Tuesday, March 7, 2017

CTR: CRASH TEAM RACING



             Di abad 21 ini siapa sih yang tidak kenal Mario? Kalau kamu masih berusia di bawah setengah abad, kemungkinan besar kamu mengenal tukang ledeng asal Italia buatan orang Jepang ini. Kepopuleran Mario tidak hanya melahirkan game platformer saja, banyak spin-off yang lahir dari karakter ini, dan salah satu spin-off yang paling populer adalah seri Mario Kart.

              Tapi di sini kita tidak sedang membicarakan tentang Mario, tapi justru mengenai salah satu game yang “terinspirasi” dari Mario Kart. Kepopuleran Mario Kart membuat banyak perusahaan ikutan membuat spin-off game racing dari IP yang mereka punya, mulai dari Star Wars Racer, Sonic R, Angry Birds Go, Chocobo Racing, sampai yang mungkin paling populer di berbagai rental PlayStation yaitu CTR: Crash Team Racing.

             Bisa menjadi satu dari sedikit game yang populer di banyak rental PS yang tersebar di Indonesia tentunya bukanlah hal sepele (walaupun kalau dilihat dari kesuksesan finansial jelas ini tidak pengaruh, mengingat rental PS selalu menggunakan copy bajakan). Oleh karena itu pada review ini saya akan mencoba mengulas apa saja sih yang membuat CTR begitu populer. Kalau begitu langsung saja kita masuk ke pembahasannya.

             Seperti yang saya sebutkan di atas, CTR bisa dibilang merupakan game yang terinspirasi dari kesuksesan Mario Kart. Sebelum merilis CTR, Naughty Dogs mengembangkan seri Crash Bandicoot sebagai sebuah game platformer (lagi-lagi sama polanya dengan Mario). Karena memang bukan merupakan franchise dengan cerita yang serius, saat dibuat versi balapannya pun kamu tidak akan menemukan balapan yang realistis layaknya Gran Turismo.


            Dalam game ini kamu akan mengendalikan semacam go-kart yang dikemudikan oleh karakter-karakter yang pernah muncul di game Crash Bandicoot. Jadi jangan heran kalau seandainya di sebelah beruang kutub yang mengendarai go-kart, kamu akan menemukan seekor kucing atau alien yang juga mengendalikan go-kart.


            Variasi karakter ini tidak hanya sekedar pemanis visual saja. Di saat kamu akan memulai adventure mode, kamu bisa melihat bahwa masing-masing karakter memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi saat memilih kamu tidak bisa asal pilih hanya karena suka desain dari karakter tersebut. Walaupun sepertinya banyak orang (termasuk saya) tetap saja memilih karakter hanya berdasarkan desain yang mereka suka saja.

(Source : id.techinasia.com)

No comments:

Post a Comment