Tuesday, March 7, 2017

PEPSI-MAN



      Kesederhanaan di dalam industri game seringkali menjadi pedang bermata dua yang bisa membuat sebuah game sukses luar biasa atau malah tenggelam tak dikenal sama sekali. Sudah tidak terhitung berapa banyak game yang mampu menjadikan kemampuan ini sebagai senjata utama yang sangat menjual, namun cukup banyak pula yang harus menggigit jari. Apa yang menyebabkan fenomena seperti ini? Kekuatan untuk memadukan tema yang tepat, tantangan, dan berbagai elemen yang adiktif akan menjadi senjata utama keberhasilan. Salah satu yang berhasil melakukannya? Pepsiman!


     Bukanlah sesuatu yang mengherankan jika beberapa gamer memang tidak mendengar nama ini sebelumnya. Game yang dirilis untuk Playstation generasi pertama ini memang tidak menampilkan kesan pertama yang cukup untuk membuat Anda segera membelinya. Namun bagi yang menyediakan waktu untuk sekedar mencobanya, Pepsiman menawarkan sesuatu yang lebih, bahkan cenderung sangat sulit untuk dilupakan. Manusia biru perak yang terus berlari ini akan menetap selamanya di otak Anda.

     Memang tidak banyak yang ditawarkan oleh game ini. Sebagian besar hal yang Anda lakukan hanyalah mengarahkan ikon minuman berkarbonasi ini untuk sampai ketujuan. Dalam larinya yang cepat, Anda “hanya” perlu mengarahkannya agar tidak menabrak setiap rintangan yang ada. Berbagai rintangan datang dengan pergerakan, beberapa yang lainnya hanya diam. Namun semua rintangan ini akan memaksa Anda untuk menekan tombol reaksi dengan cepat, melompat atau sliding. Walaupun konsepnya sangat sederhana, game ini menawarkan gameplay yang cukup menantang.


     Pepsiman juga tercatat sebagai satu-satunya game yang berhasil memakai brand eksklusif produk tertentu dan meramunya sebagai media promosi yang super efektif. Dalam hal ini tentu saja adalah Pepsi. Sepanjang permainan Anda akan menemukan kaleng minuman berkarbonasi ini, baik dalam wujud model tiga dimensi maupun nyata. Tidak akan mengherankan jika Anda akan langsung haus dan merasa ingin minum Pepsi selama memainkan game ini. Seriously!

(Source : www.jagatreview.com)
 

No comments:

Post a Comment