Monday, March 6, 2017

HARVEST MOON: BACK TO NATURE



          Siapa sih yang gak tau game yang satu ini, ya yaitu game Harvest Moon Back To Nature, ya pada tahun 2000, Natsume merilis iterasi terbaru dari game simulasi pertanian mereka, Harvest Moon. Dalam game berjudul Harvest Moon: Back to Nature yang dirilis di PlayStation itu, seri Harvest Moon menjadi sangat populer di Indonesia meskipun sebelumnya bisa dibilang Harvest Moon itu termasuk kategori game yang tidak mainstream. Seri yang memiliki judul asli Bokujou Monogatari di Jepang ini bisa sangat populer karena memang seru untuk dimainkan dan digemari oleh gamer baik lelaki ataupun perempuan.

          Bagi kamu yang mungkin belum kenal dengan Harvest Moon: Back to Nature, game ini adalah sebuah game yang menempatkanmu pada posisi seorang pemuda yang mewarisi perkebunan dan peternakan milik mendiang kakeknya di sebuah kota kecil bernama Mineral Town. Warisan yang terbengkalai ini telah ditinggal cukup lama dalam keadaan berantakan, dan kamu sebagai pewaris diberi kesempatan oleh walikota Mineral Town untuk memperbaikinya ke kejayaan semula. Semua ini harus bisa kamu capai dalam waktu tiga tahun saja, dan jika sampai kamu tidak bisa memenuhi syarat-syarat yang diminta, kamu akan disuruh meninggalkan kota tersebut.


         Beberapa minggu lalu Sony mengadakan diskon besar-besaran rutin mereka di PlayStation Store. Di antara berbagai game yang didiskon, terdapat Harvest Moon: Back to Nature yang dijual seharga $ 0,99 saja! Kontan saya langsung beli game ini, toh dulu saya menghabiskan Rp 5000 untuk versi bajakannya, dan sekarang saya hanya perlu mengeluarkan Rp 12.000 untuk versi aslinya. Setelah membeli game tersebut, karena telah didesak oleh kakak saya maka saya segera mengunduh game ini (bukan, ini bukan yang dimaksud dengan simulasi perbudakan) dan langsung terkejut dibuatnya. Ukuran file yang harus saya download dari PlayStation Store hanyalah 60 MB saja! Bayangkan saja game yang memiliki playtime puluhan atau bahkan ratusan jam (sebenarnya playtime game ini tanpa batas sih) memiliki ukuran yang sama dengan sebuah album musik dengan kualitas suara menengah.

         Setelah melihat kembali dengan langsung gameplay dari Harvest Moon: Back to Nature, saya langsung ingat bahwa sebenarnya tidak terlalu mengejutkan jika Harvest Moon yang dirilis di PlayStation ini memiliki ukuran kecil. Meskipun playtime yang dimiliki sangatlah tinggi, hal yang harus pemain lakukan di Harvest Moon bisa dibilang sangatlah repetitif. Setiap hari hal yang harus kamu lakukan hanyalah bercocok tanam, mengurus ternak, dan bersosialisasi. Semua ini harus kamu lakukan sambil menjaga kesehatan karaktermu. Meskipun begitu terkadang ada berbagai event spesial yang bisa kamu ikuti.


        Untuk menyelesaikan cerita utama dari Harvest Moon: Back to Nature, kamu harus melakukan semua kegiatan repetitif ini sampai 3 tahun lamanya (waktu dalam game tentunya), dengan perhitungan satu tahun ada empat musim, dan satu musim ada 30 hari. Jujur saja saya cukup bimbang apakah perhitungan waktu dalam Harvest Moon termasuk adil atau tidak. Jika kamu berada dalam satu ruangan, maka jam yang ada di dalam game tidak akan bertambah sama sekali, tapi seandainya kamu jalan-jalan di tengah kota, pantai, atau pegunungan, maka waktu yang berjalan bisa dibilang sangat cepat. Cepatnya waktu berjalan dalam game terkadang membuat saya berpikir bahwa Harvest Moon: Back to Nature sangatlah kejam dalam memberikan kesempatan untuk menyelesaikan tugas, tapi di lain sisi seandainya waktu sehari dalam game ini dibuat lebih lama, maka Harvest Moon: Back to Nature jelas akan menjadi game yang jauh lebih panjang dan mungkin akan semakin membosankan.

       Harvest Moon: Back to Nature juga memiliki aspek dating simulation di dalamnya. Di antara puluhan penduduk Mineral Town, ada lima karakter wanita yang bisa kamu dekati. Masing-masing karakter memenuhi trope tersendiri yang biasa melekat pada karakter wanita dalam kisah fiksi. Jika kedekatan karaktermu dengan si karakter wanita sudah mencapai level tertinggi (kedekatan digambarkan dengan lambang jantung hati yang memiliki ukuran dan warna yang bervariasi), maka kamu dapat menikahi karakter tersebut dan tinggal bersama membangun keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah (walaupun kamu tidak akan bisa mewujudkan program KB karena kamu hanya bisa memiliki satu anak).


      Selain berbagai kegiatan repetitif yang dapat kamu lakukan di Harvest Moon: Back to Nature, kamu juga bisa menemukan berbagai rahasia menarik atau berbagai event random di sela-sela kesibukanmu. Event random bisa muncul dalam bentuk penduduk kota yang tiba-tiba mengunjungimu di pagi hari untuk memberikan sesuatu atau meminta tolong (atau mungkin juga dalam wujud pedagang penipu yang siap menjual barang dengan harga yang tidak tahu diri).

      Selain itu rahasia yang ada dalam game ini juga sangatlah banyak dan menarik untuk ditemukan. Mulai dari pertemuan dengan seorang dewi yang bisa terjadi kalau kamu melempar hasil panen atau ternak ke air terjun, pertemuan dengan seekor kappa seandainya kamu melempar timun ke danau sebanyak tiga kali, sampai berbicara dengan sebatang pohon tua yang memohon agar tidak ditebang. Menurut saya pribadi berbagai rahasia serta event random yang ada di Harvest Moon merupakan hal terbaik yang ada dalam game ini.

(Source : id.techinasia.com)

No comments:

Post a Comment